|
MinergyNews.Com, Bojonegoro-- Karena produksi terus molor dari target yang dijanjikan, pemerintah diminta untuk mengganti operator Blok Cepu. Diusulkan agar Pertamina menggantikan ExxonMobil sebagai operator lapangan migas tersebut.
Menurut anggota Komisi VII DPR RI, Alvin Lie, pemerintah seharusnya meninjau ulang kontraktor Blok Cepu dan mengganti operator lapangan migas tersebut. “Kita mendesak agar Pemerintah meninjau ulang kontraktor Blok Cepu,“ katanya saat melakukan kunjungan ke sumur minyak Banyuurip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Sabtu (5/9) siang.
Alasannya, ujar Alvin, operator Blok Cepu tak bisa memenuhi produksi minyak sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya. Sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh ExxonMobil, mestinya produksi awal pada Maret 2009. Namun hingga Agustus tak juga berproduksi. Begitu juga dengan volume produksi. Target awal produksi, volume sekitar 15 ribu – 20 ribu barel per hari (bph). Namun sekarang, produksi awal hanya sekitar 1.000-2.000 bph.
Dengan kenyataan tersebut, sambung Alvin, sepertinya Mobil Cepu Limited –anak usaha ExxonMobil- tidak mampu. ”Karena itu pemerintah harus meninjau ulang kontraknya.”
Alvin yakin, seandainya Pertamina yang diberikan kesempatan, maka BUMN migas itu lebih mampu memenuhi target waktu dan volume produksi yang ditetapkan sejak awal. (MNC-012)
|