|
MinergyNews.Com, Jakarta-- Sejumlah infrastruktur kelistrikan di Jawa Barat mengalami kerusakan akibat gempa tempo hari. Kerusakan itu mengakibatkan PLN menderita kerugian sekitar Rp 4,2 miliar.
”Kerugian diperkirakan Rp 4.260.591.500 dan kerugian akan ditutupi dari dana internal PLN," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar di Jakarta, Jumat (4/9).
Kerugian sebesar itu, jelasnya, diperoleh berdasarkan analisa data yang dilakukan PT PLN.
Akibat gempa dengan kekuatan 7,3 skala richter tersebut, telah menyebabkan PLTP Gunung Salak sempat keluar dari sistem. Akibatnya terjadi pemadaman di daerah Sukabumi dan Cianjur. Selain itu, gempa tersebut juga telah menyebabkan PLTP Wayang Windu unit 1 dan 2 harus dikeluarkan dari sistem karena ada beberapa pipa dari sumur uap ke pembangkit yang bocor, dan juga trafo IBT Bandung Selatan 500 KV mengalami kerusakan dan harus keluar dari sistem. Kedua hal tersebut telah menyebabkan pemadaman di Bandung Selatan.
Karena travo gardu induk 150 KV di Ciamis rusak , PLN terpaksa melakukan pemadaman di wilayah Ciamis dan Tasikmalaya. Dengan pemadaman di sejumlah wilayah itu, total pemadaman di Jawa barat bagian selatan sebesar 290 MW. "Saat ini, kerusakan pada intalasi pembangkit, transmisi, gardu induk dan jaringan 20 KV sudah teratasi dan beroperasi normal," kata Fahmi.
Gempa tersebut juga telah menyebabkan rusaknya jaringan pelanggan PLN. Sekitar 20.652 Unit Sambungan Rumah rusak karena rumahnya roboh. “Kami akan memperbaiki sejumlah kerusakan itu," tegas Fahmi. (MNC-05)
|