|
MinergyNews.Com, Jakarta--Akhirnya pemerintah menyetujui juga rencana pengembangan Blok Masela yang diajukan Inpex.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, pihaknya telah memberi persetujuan atas rencana pengembangan Blok Masela. "Kini pengembangan blok tersebut sudah bisa mulai dilakukan. Termasuk pembangunan kilang LNG terapung," katanya di Jakarta, Rabu (2/9).
Purnomo menjelaskan, proyek LNG Masela merupakan yang kelima dimiliki Indonesia. Sebelumnya, empat kilang LNG lain adalah LNG Arun, Bontang, Tangguh dan Donggi-Senoro.
Proyek Masela juga merupakan proyek kilang LNG pertama di dunia yang menggunakan konsep kilang LNG terapung.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Inpex pernah mengajukan proposal pengembangan gas dengan menggunakan konsep kilang terapung dengan kapasitas 2 x 4,5 juta ton. Hal ini disebabkan pengembangan lapangan itu sulit dilakukan di darat karena posisinya yang berada di laut yang dipisahkan oleh palung laut sedalam 10.000 meter.
Atas proposal itu, pemerintah pernah mengkaji pembangunan kilang LNG di darat dengan lokasi di Pulau Saumlaki, Provinsi Maluku. Namun hasil kajian, ternyata pembangunan kilang di darat lebih mahal dibandingkan membangun kilang terapung.
Blok Masela yang 100 persen dimiliki oleh Inpex, diperkirakan memiliki cadangan gas sebanyak 10 TCF. (MNC-04)
|