|
MinergyNews.Com, Jakarta-- Penawaran blok migas yang dilakukan pemerintah tidak laku lantaran sepi peminat. Investor hanya tertarik terhadap 5 blok dari 16 blok migas yang ditawarkan.
"Saya pada posisi yang tidak terlalu happy karena agak jauh dibawah harapan kami," ujar Dirjen Migas Evita H Legowo saat mengumumkan pemenang lelang reguler wilayah kerja migas tahap II tahun 2008/2009, di Jakarta Jumat (11/9).
Evita mengakui, sepinya peminat dalam penawaran blok migas kali ini disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang mengalami krisis. “Saat penawaran blok migas itu, kondisi ekonomi galobal sangat buruk.”
Sebab lain, jelasnya, banyak investor mempertanyakan tentang kebijakan mengenai cost recovery. Saat ini pemerintah sedang menyusun rancangan peraturan pemerintah mengenai cost recovery.
Faktor lainnya yang juga menjadi penyebab minimnya peminat penawaran blok migas, yaitu masalah teknis kondisi blok migas yang ditawarkan.
Meski penawaran blok migas kali ini sepi peminat, Evita berharap, ke depan kondisi ini akan membaik. “Kondisi ekonomi global sudah mulai membaik, sehingga diharapkan bisa lebih baik lagi. Kami juga berupaya sebaik mungkin untuk membantu investor dalam masalah cost recovery.”
Dari 16 blok migas yang ditawarkan, 5 blok diantaranya yang diminati yaitu:
- Blok Andaman III oleh Talisman (Asia) Ltd
- Blok West Glagah Kambuna oleh konsorsium Pertamina dan Petronas
- Blok Halmahera Kofiau oleh Konsorsium Blackgold Energy – Niko Resources
- Blok EastBula oleh Konsorsium Blackgold Energy – Niko Resources
- Blok West Papua IV oleh Konsorsium Blackgold Energy – Niko Resources
Dari lima blok migas yang diminati investor itu, para investor juga menyepakati sejumlah komitmen investasi berupa pada tahap eksplorasi yaitu untuk 3 tahun masa eksplorasi berupa studi geologi dan geofisika sebesar US$ 5,5 juta, survei seismik 2D sepanjang 9500 km sebesar US$ 8 juta, survei seismik 3D sepanjang 2850 km2 sebesar US$25 juta dan pemboran sumur eksplorasi 3 sumur dengan nilai investasi sebesar US$53 juta. Pemerintah juga memperoleh bonus tandatangan (signature bonus) sebesar US$ 20 juta. (MNC-06)
|